Friday, October 28, 2011 | By: Luna Biru

Surat untuk Allah

Baiklah.

Aku mengalah. Aku sudah tidak mampu menipu lagi. Aku bukan pakar. Aku betul-betul kantoi kali ni.

Dear Allah, barangkali Kau sudah rindu benar mendengar desah tangisku saban malam seperti dulu, saat aku menangisi nasib dan kedangkalan hidupku. Sudah lama benar aku tidak menghadapMu dengan kepasrahan seorang manusia setelah Kau beri aku ujian penuh nikmat ini. Barangkali sudah tiba masanya untuk aku menjadi pengisi sepertiga malamMu seperti yang pernah menjadi rutin hidupku bertahun-tahun dulu.

Ya Allah, sesungguhnya aku tidak pernah lupa padaMu, atau ngalih bersyukur pada nikmatMu meski Kau curahi aku dengan segala kemewahan dunia. Jangan biarkan aku hidup dalam dunia kalut yang pernah kulalui sebelum itu lagi. Aku tak sanggup! Cukuplah apa yang telah kulalui dulu. Aku mohon padaMu Tuhan...

0 comments:

Post a Comment