Sunday, April 24, 2011 | By: Luna Biru

Rokok, kopi, coklat dan isolasi.


Ilham, datanglah.
Sudah kusediakan hidangan seperti inginmu.
sebatang rokok, secawan kopi dan sekeping coklat.
Lalu kuseru namamu dalam sela isolasi.
Namun kau ogah juga,
keras kepala dan berhati batu.
Jadi aku harus bagaimana lagi?
Dunia ini sudah sesak dengan kemahuanku.


Ilham, muncullah,
di balik gumpalan asap, panas kopi  
manis coklat dan gemang isolasi.
Jangan memaksaku menyerah pada sepimu,
hingga aku jadi penulis yang 
pupus idea nafsu.


Ilham, berterbanganlah,
agar bisa kucapai salah satu dari warnamu
untuk kumuatkan dalam
bait novelku,
jangan biar aku menyerah di dada 
yang cabik dengan dungu.







0 comments:

Post a Comment