Tuesday, December 6, 2011 | By: Luna Biru

Tolong lembutkan hati dia...

Saat ini jiwaku nazak menangis minta dipercepatkan hukuman. Bila hukuman sudah dijatuhkan, maka kita akan segera bebas dari penjara yang memenjarakan dan yang menghukum-hakam kehidupan. Nyatanya hukuman itu tidak juga dimandotorikan ke atas aku dan Tuhan terus-menerus membiarkan aku berteka-teki sendiri. Tanpa klu, tanpa lampu, aku terus mencari gali sendiri jawapannya.

Ya Tuhan...

Lelahku berusaha menjadi kuat pada raksa hampa yang kian berkuasa di dalam kerajaan diri. Ataukah takhta sabarku sudah lenyap dan meninggalkan aku sepi sendiri meniti trauma lampau yang menyeksakan? Perlukah mimpi malamku dibalut esak air mata yang mengalir lesu dalam titis pasrah seorang permaisuri? Aku tak mahu mencari jawapanya kerana kutahu jawapan itu ada tapi tiada. Biarlah ia berjelaga di balik dinding-dinding hati yang hampa. Hanya satu saja kupinta, tolong lembutkan hati dia...


2 comments:

Atie said...

Tolong lembutkan hati dia....emmmm.....rasanya aku sudah jenuh meminta ini....apalagi bila menyuruh aku berhenti. payah sungguh melakukan ekstradisi hati....doakan agar aku mampu....pelan2!!!

Luna Biru said...

mungkin berkesan untuk suami. ngeh...

Post a Comment