Apasal bangga sangat kalau kita ada 'mulut puaka'?
Dah ramai manusia aku kenal jenis macam ni.
Bagi aku sejujurnya, ia bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan, apalagi dipertahankan. Ianya adalah kelemahan diri yang melambangkan keperibadian kita secara keseluruhan. Pekerti kita tu kan sebahagiannya terletak di mulut...
Apapun, bila sudah memang sikap suka membangkang dan suka mengenakan orang lain, memang sukar melihat kelemahan diri sendiri. Sikap sendiri dianggap sebagai satu kelebihan mutlak yang wajar difahami dan diterima oleh orang lain. Kaki kalau dah biasa jalan kengkang, jadi walaucamana nak jalan berkatup pun, nampak juga kengkangnya. Begitu juga mulut.
Then, kalau si mulut puaka bergabung dengan si hati puaka, maka lengkaplah segala bencana dunia di maya pada ini.
Konsekuensinya, hak bercakap orang lain dirampas. Kebenaran pun tak mampu bebas lagi.
Puas?
Suka kau lah....
Kembalikan aku ke laut
Pages
Cari di sini
IKLAN
Followers
Ikuti di Facebook
Labels
- badai banyu biru (1)
- Bola baling (9)
- cerpen (13)
- Cuti-Cuti Malaysiaku (92)
- Diary Bisnes aku (4)
- Diary Teacher Zue (299)
- Filem (45)
- hiburan (24)
- Hidup aku (247)
- info kesihatan (15)
- KSP (6)
- lunabiru (1)
- makanan yum yum (16)
- malangang (8)
- My Family (204)
- My Journal (39)
- My photography shot (18)
- Novel (8)
- Papar (12)
- Papar event (1)
- Persahabatan (67)
- puisi (95)
- rambling 2021 (1)
- sekadar renungan (61)
Total Pageviews
Popular Posts
-
Entry kali ni aku nak bawa isu SUMANDAK Sabah yang terkenal dengan kejelitaan,kemanjaan dan keseksiannya. Sumandak @ Tondu adalah bahas...
-
Ada sesuatu berlaku hari ini yang menggoyah minda bawah sedarku lalu menggoncangnya supaya membawa kesedaran itu ke permukaan yang benar-ben...
-
UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN 1 1. GELANGGANG PERMAINAN 1.1 Gelanggang permainan berbentuk empat segi tepat berukuran 40 m panjang dan 20 ...
-
MAKSAK MEDIC CARE - SKIM PENGURUSAN KESIHATAN UNTUK ANGGOTA-ANG GOTA KERAJAAN DAN BADAN-BADAN BERKANUN. Kelmarin sekolah kami dikunjun...
-
My best freind Aning@Ernie Mahmud yang comel dan gebu kulitnya, yang jelita dan selalu menawan hati dengan keletahnya yang lucu, kini sudah ...
-
Ketika entry ini kutulis, aku baru saja menyudahkan empat kali pusingan menonton drama JUVANA dari episod 1-3 melalui youtube. Anehnya, aku ...
-
Perasaan bersalah adalah hukuman paling besar buat si pesalah. Lebih teruk dari penjara, lebih derita dari mati. Perasaan bersalah mampu m...
-
Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) telah mengedarkan 1,844 komputer netbook kepada pelajar-pelajar yang layak dari selur...
-
Inilah saat yang sukar; untukku letakkan rasa kecewaku pada seorang sahabat yang di mulutnya ada besi berkarat. Kecewa beratkah aku? ...
-
Hari ni aku ambil MC sebab tak tahan dengan kesakitan mata yang sudah melampau2 tahap kemampuanku ni. Sebenarnya, sakit ni bermula sejak har...
Powered by Blogger.
Baby Boo
Aku
membuka mataku dengan keengganan yang melampau. Cahaya lampu kalimantang yang
putih kekuningan menyilaukan pandangan mataku. Bunyi-bunyi suara melantang
terdengar dari luar bilik. Bunyi suara itulah yang sering menjadi jam penggera membanguniku
setiap subuh. Namun tidak biasanya suara itu ribut pada jam dini seperti ini.
Siapalah yang memerlukan ribut saat fajar belum terbit di kaki horizon? Apalagi
aku yang telah melalui sebuah kejadian malang kerana kehilangan nendaku yang
tersayang tiga hari yang lalu. Musim sedihku belum berakhir. Penat mengurus
jenazah dan kenduri nenek di kampung pun masih tersisa di badan.
Ketika segalanya kau hanguskan
.......Kalau
diibaratkan dia seperti enggang, maka aku adalah pipit itu. Ia adalah sebuah
melankolik yang klise, tapi nyata. Aku menyedari hakikat dan kekuranganku. Aku
memang tidak secantik gadis-gadis lain. Kata mama, dia sendiri terkejut melihat
raut wajahku sewaktu bidan menyerahkan aku ke pangkuannya. Aku memiliki
sepasang mata yang besar dan kuyu, mirip manusia yang mengantuk seumur hidup.
Bibirku agak tebal di bahagian atas, dan sedikit menjuih di bahagian
bawah. Hidungku tidak berbatang dan
mengembang di bahagian hujung. Keningku bersimpul, sementara telingaku sedikit
cupang dan agak tertangkup ke hadapan. Aku sangat berbeza dengan anak-anak mama
yang lain. Barangkali mama terserempak dengan alien saat mengandungkan aku.
Ketika Tuhan lebih tahu
“Maafkan
aku, Wani. Sungguh aku sangat menghargai perasaanmu padaku. Tapi...” lelaki itu
menghentikan ucapannya. Dia menatapku sayu. Bola matanya memandangku dengan
penuh kesedihan. Penolakannya sudah terduga sejak awal lagi. Dari dulu juga aku
sudah tahu kalau aku bukanlah gadis yang tersenarai dalam carta hatinya. Namun,
kelelahan memendam rahsia cinta yang senyap menjadikan aku nekad untuk
merungkai misteri kisah cinta itu. Sekadar mencari kepastian. Sekaligus
mengharapkan keajaiban. Hakikatnya, aku sudah siap menghadapi penolakan ini.
Ada hantu di kepalaku
Ada
hantu di kepalaku. Hantu itu berupa wajahku. Hanya wajahnya jauh lebih hodoh
dariku dengan kulit kehitaman dan mata yang merah menyala. Tubuhnya kadang
kurus, kadang gemuk, bergantung kepada amal kebaikan yang aku lakukan. Semakin
aku banyak melakukan kebaikan, semakin kurus tubuhnya. Lalu dia akan mengamuk
dan memekik dengan suaranya yang gempita. Nyaringnya menimbulkan desing di
telingaku dan sakit yang luar biasa di kepalaku. Biji-biji ubat pembunuh sakit
pun tidak akan dapat menghentikannya. Dia hanya akan berhenti kalau aku nekad
meminta doktor menyuntikku dengan ubat penenang. Lalu kami akan terbang bersama
dalam kepulan awan yang putih. Aman.
Sepucuk surat untuk Tuhan
Aku
menghembus sisa-sisa asap rokok di mulutku dengan hati yang masih panas.
Setelah semua asapnya habis keluar, rokok yang sudah separuh itu kusedut lagi
dalam-dalam. Aku dapat merasakan nikotin merasuki paru-paruku. Aku tersedak
seketika. Pasti racun itu sudah mengotori paru-paruku hingga ia tidak mampu
lagi bekerja dengan baik.
Rokok
sialan! Makiku dalam hati. Atau manusia yang sialan? Sudah tahu merokok itu
membahayakan kesihatan, tapi masih juga dibeli dan dihisap. Kubuang puntungnya
ke lantai dan kupijak dengan kasutku. Puntung itu pun melunyai di lantai
dermaga. Kalau itu Dani, alangkah baiknya, ketusku dalam hati.
Kembara ke Dunia astral
Sudah tiga bulan, lebih
sedikit anakku yang selalu manis dan manja itu tidur pulas di atas ranjangnya.
Demikian asyiknya dia mengulit mimpi seakan tidak ada satupun yang mampu
mengejutkannya. Tusukan demi tusukan jarum yang bersilih ganti menembusi kulit
tangannya, urat kakinya atau bahkan kulit kepalanya juga tidak mampu
menggoyahkan mimpinya. Dia bagaikan puteri salju yang tewas akibat termakan
epal beracun. Kami pula adalah tujuh orang kerdil yang setia menantinya membuka
mata. Kami telah menciumnya beratus kali dengan kesejatian cinta yang tiada
sumbingnya. Namun sepasang kelopak matanya tetap tidak pernah sudi terbuka.
Putera manakah yang ditunggunya? Sungguh, aku tidak mengerti apa yang
ditunggunya hingga dia lena dalam tempoh yang sebegitu lama. Tidak adakah yang
dapat membuatnya jaga?
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Luna Biru
- Cari aku di neverland saat sang peri dan Peter Pan berterbangan di langgit jingga menuju ke bulan. Cari senyumku di bibir pantai saat senja nampak sempurna menanti mentari ungu hitam. Tunggu warkahku yang kutitip di botol kaca menuju hatimu, mengetuk mimpimu.