Saat kewarasan sudah beraksi barangkali
baru kita menyesal.
betapa sebutir kemarahan yang dipelihara tanpa akal
telah membunuh seluruh bahagia yang
ditanam dengan susah-payah.
Taman ini sudah runtuh berkali-kali.
Kenapa diruntuhkan lagi?
Takut akarnya tercabut tak bersisa,
kerana akulah sisa itu.
Kembalikan aku ke laut
Pages
Cari di sini
IKLAN
Followers
Ikuti di Facebook
Labels
- badai banyu biru (1)
- Bola baling (9)
- cerpen (13)
- Cuti-Cuti Malaysiaku (92)
- Diary Bisnes aku (4)
- Diary Teacher Zue (299)
- Filem (45)
- hiburan (24)
- Hidup aku (247)
- info kesihatan (15)
- KSP (6)
- lunabiru (1)
- makanan yum yum (16)
- malangang (8)
- My Family (204)
- My Journal (39)
- My photography shot (18)
- Novel (8)
- Papar (12)
- Papar event (1)
- Persahabatan (67)
- puisi (95)
- rambling 2021 (1)
- sekadar renungan (61)
Total Pageviews
Popular Posts
Powered by Blogger.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- Luna Biru
- Cari aku di neverland saat sang peri dan Peter Pan berterbangan di langgit jingga menuju ke bulan. Cari senyumku di bibir pantai saat senja nampak sempurna menanti mentari ungu hitam. Tunggu warkahku yang kutitip di botol kaca menuju hatimu, mengetuk mimpimu.
Blog Archive
-
▼
2013
(257)
-
▼
December
(22)
- antara popular dan komitment
- Countdown
- Lunyai
- Kisah The Village in The Valley
- The Pale Blue Dot
- Penanggal 2013 (dari sudut mata aku)
- Kisah Khatan Acik
- Kita hanya punya mimpi
- Oktava
- Penyejuk hati
- Filem Nabi Yusuf
- Sekilas novel
- sekilas novel
- Sakit di kepala
- Sayembara itu....
- Lukisan waktu
- sebuah taman
- Bila syaitan turut bicara
- titik buta
- Metamorfosis
- si penjual otak
- titik kepada hampa
-
▼
December
(22)
0 comments:
Post a Comment