Aku bukanlah manusia yang berpegang pada prinsip hitam dan putih, meskipun aku yakin ramai yang berpegang teguh padanya.
Dalam banyak hal aku tak boleh nak kata yang itu bagus, yang ini tak bagus tanpa memikirkan bahawa setiap yang nyata itu ada pro dan konsnya sendiri.
Jadi agak malang bila setiap kali perbincangan, maka akulah yang akan jadi pencemar pada kebiasaan manusiawi itu.
Padahal hakikatnya, bukankah itu memang tuntutan Islam dalam kehidupan kita?
...dengar/baca dulu sampai habis, baru faham.
Faham, baru cerna.
Cerna baru terjemah.
Terjemah baru hurai.
Hurai baru muzakarah.
Muzakarah baru simpul.
Masalahnya, manusia lebih suka terus lompat ke tingkat muzakarah dan simpul.
Kembalikan aku ke laut
Pages
Cari di sini
IKLAN
Followers
Ikuti di Facebook
Labels
- badai banyu biru (1)
- Bola baling (9)
- cerpen (13)
- Cuti-Cuti Malaysiaku (92)
- Diary Bisnes aku (4)
- Diary Teacher Zue (299)
- Filem (45)
- hiburan (24)
- Hidup aku (247)
- info kesihatan (15)
- KSP (6)
- lunabiru (1)
- makanan yum yum (16)
- malangang (8)
- My Family (204)
- My Journal (39)
- My photography shot (18)
- Novel (8)
- Papar (12)
- Papar event (1)
- Persahabatan (67)
- puisi (95)
- rambling 2021 (1)
- sekadar renungan (61)
Total Pageviews
Popular Posts
Powered by Blogger.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- Luna Biru
- Cari aku di neverland saat sang peri dan Peter Pan berterbangan di langgit jingga menuju ke bulan. Cari senyumku di bibir pantai saat senja nampak sempurna menanti mentari ungu hitam. Tunggu warkahku yang kutitip di botol kaca menuju hatimu, mengetuk mimpimu.
Blog Archive
-
▼
2013
(257)
-
▼
September
(24)
- Pagi-pagi kronik
- Kawan
- Lelah untukmu
- Kisah Arin di TABS Bandaraya KK
- ...
- Misi foya-foya di 1B
- Pengorbanan
- Taman Wild Life Lok Kawi
- Kau siapa?
- Kisah Arin di Minggu Pecutan PMR
- simptom2
- Harapan jadi hasrat
- 50 TAHUN SABAH MERDEKA (Dalam Malaysia?)
- Rentetan UPSR
- Antara mamai
- Hitam-putih-kelabu
- tentang aku
- Pahat :
- sentap
- Jambatan ke syurga
- dua pulun sen?
- prinsip kerja
- lambat
- Kelabu
-
▼
September
(24)
0 comments:
Post a Comment