Wednesday, August 6, 2014 | By: Luna Biru

Kapas

Aku pandang langit-langit bilik sampai tembus atas langit betul-betul. Invisible. Aku terawang macam kapas. Tanpa tulang, aku menunggu angin berhenti meniup agar aku bisa jatuh balik atas katil.

Aku tak jatuh-jatuh juga. Aku dah mula takut. Tahukah kau betapa takutnya aku, Tuhan?

Ah...sampai bila begini? Sesuatu perlu dilakukan. Sesuatu yang nekad dan perlukan kekuatan luar biasa. Nekadku ikut arah angin. Kan aku kapas....

Pejam mata.

Swing down.

Glide down.

Katilku sudah berubah jadi tanah Oman.

0 comments:

Post a Comment